Aya bangkok pertama kali di kenal pada tahun 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam atau lebih dikenal dengan adu ayam. Memilih ayam bangkok kualitas terbaik bukan lah hal yang mudah, Cara beternak ayam bangkok sangatlah mudah, namun hal yang harus diperhatikan dalam beternak ayam bangkok adalah dari Betinanya. Karena untuk menghasilkan peranakan yang baik maka harus dari pengawinan antara induk yang berkualitas atau sehat dan pejantan yang sehat. Apabila dalam si pejantan atau induk keadaan sakit atau kelainan, maka kemungkinan besar peranakan bangkoknya kurang bagus atau masih mempuunyai kelainan yang emnyebabkan harga aya tersebut terpengaruh lebih murah
Hal Pertama Yang Harus Diperhatikan
- Pertama adalah pilih induk bangkok yang baik dan sehat
- Yang kedua pilih pejantan bangkok yang sehat dan permainan tarungnya yang bagus
- Yang ketiga adalah Kandang Umbaran, perkawinan di kandang umbaran lebih baik dari pada di kandang dodogkan. Karena proses perkawinan lebih alami.
- Dan terakhir adalah dari segi pakan induk dan anak ayam bangkok. Banyaknya jenis pakan ayam bangkok, lebih baik baca dulu cara pemberian pakan ayam bangkok sebelum dipraktekkan.
Sekedar tips, bahwa saat ayam bangkok mulai mengerami telurnya, sedikit penyiraman air ke induknya saat mengerami membuat induk bangkok tersebut ingin kawin lagi. Maka telur yang dihasilkan dalam beternak ini bisa lebih banyak. Hal ini dapat di lakukan hingga 3 kali, dengan catatan tidak boleh berlebihan dalam melakukannya, karena akan membuat induk ayam tersebut tidak mau mengerami telurnya. Tidak lupa juga segera pindahkan atau ambil anak ayam tersebut dari induknya, agar induk ayam tersebut mau kawin lagi dan mulai mengerami telur yang baru.
Cara Ternak Ayam Bangkok
Mengawinkan induk bukanlah hal yan sulit, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman. Hal yang sulit adalah mencari cikal bakal pejantan dan indukan berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak. yYaitu betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Jika induk jantan tidak mau mengawini lagi dengan cara dogdogan, maka sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan didalam kandang umbaran
Satu ekor pejantan bisa mengawini hingga 3-4 induk betina. Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, namun cara ini jarang dilakukan karena cara ini jarang dilakukan juga terhitung gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.
Induk betina yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam bangkok bertelur tidak terbaas, ,tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya. Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur hingga 40 butir untuks etiap periode. Telur - telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan didalam mesin tetas. Untuk skala kecil penetasan bisa dilakukan secara manual yaitu di erami oleh induknya, namun bila usaha berskala besar, terutama peternakan yan menjual anakan bisa menggunakan mesin. Dimana penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya. anak ayam yang telah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudaara kandun. Namun perkawinan antara induk F1 dan anak F2 masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan induk dan cucu
Hal Pertama Yang Harus Diperhatikan
- Pertama adalah pilih induk bangkok yang baik dan sehat
- Yang kedua pilih pejantan bangkok yang sehat dan permainan tarungnya yang bagus
- Yang ketiga adalah Kandang Umbaran, perkawinan di kandang umbaran lebih baik dari pada di kandang dodogkan. Karena proses perkawinan lebih alami.
- Dan terakhir adalah dari segi pakan induk dan anak ayam bangkok. Banyaknya jenis pakan ayam bangkok, lebih baik baca dulu cara pemberian pakan ayam bangkok sebelum dipraktekkan.
Sekedar tips, bahwa saat ayam bangkok mulai mengerami telurnya, sedikit penyiraman air ke induknya saat mengerami membuat induk bangkok tersebut ingin kawin lagi. Maka telur yang dihasilkan dalam beternak ini bisa lebih banyak. Hal ini dapat di lakukan hingga 3 kali, dengan catatan tidak boleh berlebihan dalam melakukannya, karena akan membuat induk ayam tersebut tidak mau mengerami telurnya. Tidak lupa juga segera pindahkan atau ambil anak ayam tersebut dari induknya, agar induk ayam tersebut mau kawin lagi dan mulai mengerami telur yang baru.
Cara Ternak Ayam Bangkok
Mengawinkan induk bukanlah hal yan sulit, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman. Hal yang sulit adalah mencari cikal bakal pejantan dan indukan berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak. yYaitu betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Jika induk jantan tidak mau mengawini lagi dengan cara dogdogan, maka sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan didalam kandang umbaran
Satu ekor pejantan bisa mengawini hingga 3-4 induk betina. Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, namun cara ini jarang dilakukan karena cara ini jarang dilakukan juga terhitung gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.
Induk betina yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam bangkok bertelur tidak terbaas, ,tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya. Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur hingga 40 butir untuks etiap periode. Telur - telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan didalam mesin tetas. Untuk skala kecil penetasan bisa dilakukan secara manual yaitu di erami oleh induknya, namun bila usaha berskala besar, terutama peternakan yan menjual anakan bisa menggunakan mesin. Dimana penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya. anak ayam yang telah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudaara kandun. Namun perkawinan antara induk F1 dan anak F2 masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan induk dan cucu