Ikan koki merupakan ikan hias air tawar yang telah tersebar di Indonesia yang berbadan gemuk dan perut yang besar dengan ciri khas berenang yang sangat indah. Cara membudidayakan ikan jenis ini sangat mudah namun kita harus teliti terhadap kondisi air dan lingkungan, karena ikan ini rentan akan penyakit dan daya tahan tubuhnya lemah.
Langkah pertama adalah menyediakan akuarium. tempatkan ikan koi rumahan. yang perlu di lakukan adalah menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan perlengkapan yang paling penting tentu saja akuarium itu sendiri. Sediakanlah akuarium yang berukuran sekitar 80cm dengan lebar dan tinggi 40cm.
Setelah itu, isilah akuarium dengan ketinggian sekitar 20 cm. Namun sebelum air dimasukkan, air sebaiknya diendapkan dahulu agar pHnya menurun. Kadar pH yang bagus untuk membudidayakan ikan koki ini sekitar 7,2 hingga 7,4. Sedangkan suhunya sekitar 24-26 derajat celcius. Kandungan oksigennya sekitar 2-5 ppm, kandungan co2 maksimal 10ppm. Setelah air dimasukkan ke dalam akuarium, selanjutnya kita dapat menambahkan tanaman eceng gondok di dalam akuarium guna menempelkan telur ikan dan dapat meningkatkan rangsangan pemijahan
Pada tahap selanjutnya adalah kita perlu menyeleksi indukannya dan indukan hyang di pilih harus memiliki kondisi yang sehat, seperti lincah atau sudah matang. Untuk ciri - ciri jantang yang sudah siap di kawinkan antara lain adalah akan mengeluarkan cairan berwarna putih susu jika diperutnya di urut, terdapat benjolan kecil berwarna putih dibagian tutup insang atau terkadang di jari pertama sirip yang di dada, dan dubur berbentuk seperti oval dan kecil. Sedangkan ciri - ciri ikan koki betina yang siap kawin adalah mengeluarkan cairan berwarna kuning jika perutnya di urut, perutnya agak buncit dan ukuran dubur besar dan bulat.
Cara Pemijahan
Untuk pemijahan ikan koki, perbandingan antara ikan yang jantan dengan betina adalah 1:2 atau dapat dikatakan bahwa ikan betina lebih banyak dibanding ikan koki jantan. Ketika melakukan pemijahan, maka kita perlu sedikit bersabar untuk menunggu karena proses pemijahannya akan berlangsng cukup lama. Karena induk jantan dan betina akan saling berkejar-kejaran ketika ikan koki melakukan pemijahan..
Setelah itu kedua ikan koki tersebut melakukan, sang induk akan mengeluarkan telur dan spermanya,serta kedua ikan tersebut tidak akan melakukan kejar - kejaran lagi.
Setelah pemijahan selesai, maka tahap selanjutnya adalah memisahkan kedua induk tersebut dari telur-telur yang sudah dikeluarkan. Karena kemungkinan besar indukan ikan akan berusaha memakan telur-tluer tersebut jika ikan sedang lapar.
Penetasan Telur Ikan
Setelah telur 2-4 hari maka telur tersebut akan menetas. Dari sekian telur yang dihasilkan oleh ikan koki, biasanya terdapat beberapa telur yang tidak menetas. Telur yang tidak bisa menetas biasanya akan membusuk dan berjamur. Ambil telur yang membusuk tersebut agar tidak mengtor air akuarium,
Cara pemeliharaanya cukup mudah yaitu dengan memberi makan yang biasa di beri pada ikan koki, 2 kali dalam sehari. Selain itu juga lakukan pembedahan air setiap 1 bulan sekali.
Nah demikianlah cara budidaya ikan koki dirumah, selain pemdudidayaan juga, ikan koki ini merupakan ikan hias yang cantik. Semoga bermanfaat!
Langkah pertama adalah menyediakan akuarium. tempatkan ikan koi rumahan. yang perlu di lakukan adalah menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan perlengkapan yang paling penting tentu saja akuarium itu sendiri. Sediakanlah akuarium yang berukuran sekitar 80cm dengan lebar dan tinggi 40cm.
Setelah itu, isilah akuarium dengan ketinggian sekitar 20 cm. Namun sebelum air dimasukkan, air sebaiknya diendapkan dahulu agar pHnya menurun. Kadar pH yang bagus untuk membudidayakan ikan koki ini sekitar 7,2 hingga 7,4. Sedangkan suhunya sekitar 24-26 derajat celcius. Kandungan oksigennya sekitar 2-5 ppm, kandungan co2 maksimal 10ppm. Setelah air dimasukkan ke dalam akuarium, selanjutnya kita dapat menambahkan tanaman eceng gondok di dalam akuarium guna menempelkan telur ikan dan dapat meningkatkan rangsangan pemijahan
Pada tahap selanjutnya adalah kita perlu menyeleksi indukannya dan indukan hyang di pilih harus memiliki kondisi yang sehat, seperti lincah atau sudah matang. Untuk ciri - ciri jantang yang sudah siap di kawinkan antara lain adalah akan mengeluarkan cairan berwarna putih susu jika diperutnya di urut, terdapat benjolan kecil berwarna putih dibagian tutup insang atau terkadang di jari pertama sirip yang di dada, dan dubur berbentuk seperti oval dan kecil. Sedangkan ciri - ciri ikan koki betina yang siap kawin adalah mengeluarkan cairan berwarna kuning jika perutnya di urut, perutnya agak buncit dan ukuran dubur besar dan bulat.
Cara Pemijahan
Untuk pemijahan ikan koki, perbandingan antara ikan yang jantan dengan betina adalah 1:2 atau dapat dikatakan bahwa ikan betina lebih banyak dibanding ikan koki jantan. Ketika melakukan pemijahan, maka kita perlu sedikit bersabar untuk menunggu karena proses pemijahannya akan berlangsng cukup lama. Karena induk jantan dan betina akan saling berkejar-kejaran ketika ikan koki melakukan pemijahan..
Setelah itu kedua ikan koki tersebut melakukan, sang induk akan mengeluarkan telur dan spermanya,serta kedua ikan tersebut tidak akan melakukan kejar - kejaran lagi.
Setelah pemijahan selesai, maka tahap selanjutnya adalah memisahkan kedua induk tersebut dari telur-telur yang sudah dikeluarkan. Karena kemungkinan besar indukan ikan akan berusaha memakan telur-tluer tersebut jika ikan sedang lapar.
Penetasan Telur Ikan
Setelah telur 2-4 hari maka telur tersebut akan menetas. Dari sekian telur yang dihasilkan oleh ikan koki, biasanya terdapat beberapa telur yang tidak menetas. Telur yang tidak bisa menetas biasanya akan membusuk dan berjamur. Ambil telur yang membusuk tersebut agar tidak mengtor air akuarium,
Cara pemeliharaanya cukup mudah yaitu dengan memberi makan yang biasa di beri pada ikan koki, 2 kali dalam sehari. Selain itu juga lakukan pembedahan air setiap 1 bulan sekali.
Nah demikianlah cara budidaya ikan koki dirumah, selain pemdudidayaan juga, ikan koki ini merupakan ikan hias yang cantik. Semoga bermanfaat!







